PEMBUKAAN Free Nixtrain CCNA Fastrack Training BLC TELKOM 2016 oleh PT.Telkom Indonesia Kandatel Klaten
Assalamu'alaikum Wr.Wb
![]() |
| Gambar 1.1: Inilah suasana pada saat
PEMBUKAAN Free Nixtrain CCNA Fastrack Training BLC TELKOM 2016 oleh PT.Telkom Indonesia Kandatel Klaten.
|
![]() |
Gambar 1.2: Inilah para peserta
Free Nixtrain CCNA Fastrack Training BLC TELKOM 2016 oleh PT.Telkom Indonesia Kandatel Klaten.
PELAJARAN HARI PERTAMA Nixtrain CCNA Fastrack Training
|
CCNA (Cisco Certified Network Associate)
adalah sertifikasi yang populer di kompetensi IT dalam teknologi
jaringan komputer yang dikembangkan oleh Cisco Systems. Cisco
menciptakan CCNA untuk mengenali kompetensi dasar dalam instalasi dan dukungan dari jaringan berskala menengah.
Untuk sertifikasi Cisco sendiri dapat dilihat di gambar dibawah ini.
Pengertian OSI Layer
OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Model referensi OSI (Open System Interconnection) menggambarkan bagaimana informasi dari suatu software aplikasi di sebuah komputer berpindah melewati sebuah media jaringan ke suatu software aplikasi di komputer lain. Model referensi OSI secara konseptual terbagi ke dalam 7 lapisan dimana masing-masing lapisan memiliki fungsi jaringan yang spesifik. Model Open Systems Interconnection (OSI) diciptakan oleh International Organization for Standardization (ISO) yang menyediakan kerangka logika terstruktur bagaimana proses komunikasi data berinteraksi melalui jaringan. Standard ini dikembangkan untuk industri komputer agar komputer dapat berkomunikasi pada jaringan yang berbeda secara efisien.
Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawab secara khusus pada proses komunikasi data. Misalnya, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.

IP address
adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa terhubung dengan komputer lain... saat ini banyak dipakai ip address jenis ipv4
IP addres dibagi atas 3 kelas yaitu kelas A,B, dan C
contoh :
2)Kelas B
terdiri atas 16 bit network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID ..sehingga ip jaringan yang digunakan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
pada 2 bit pertama diberikan angka sepuluh.
contoh :
3)Kelas C
Terdiri atas 24 bit network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID. Sehingga biasanya kelas C digunakan untuk jaringan kecil.
contoh :
SUBNETMASK
Angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID
berikut adalah subnet mask yang digunakan sebagai subnetting :

FUNGSI DARI SUBNETTING
Jumlah subnet = 2 pangkat 32 - /
Jumlah host per subnet = 2 pangkat 32 - / terus dikurangi 2
Contoh Perhitungan Subnetting Kelas C
kita memiliki IP 192.168.1.2/24
adalah sebuah alamat pada komputer agar komputer bisa terhubung dengan komputer lain... saat ini banyak dipakai ip address jenis ipv4
IP addres dibagi atas 3 kelas yaitu kelas A,B, dan C
1) Kelas A
IP address kelas A
terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk
host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan
jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai
dengan 127contoh :
IP address 130.31.40.19 maka :
· Network ID = 130
· Host ID = 31.40.192)Kelas B
terdiri atas 16 bit network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID ..sehingga ip jaringan yang digunakan dengan jumlah host tidak terlalu besar.
pada 2 bit pertama diberikan angka sepuluh.
contoh :
IP address 150.70.60.56 maka :
· Network ID = 150.70
· Host ID = 60.563)Kelas C
Terdiri atas 24 bit network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID. Sehingga biasanya kelas C digunakan untuk jaringan kecil.
contoh :
IP address 192.168.1.1 maka :
· Network ID = 192.168.1
· Host ID = 1SUBNETMASK
Angka biner 32 bit yang digunakan untuk membedakan network ID dengan host ID
berikut adalah subnet mask yang digunakan sebagai subnetting :

FUNGSI DARI SUBNETTING
- Mengurangi lalu-lintas jaringan, sehingga data yang lewat di perusahaan tidak akan bertabrakan atau macet.
- Teroptimalsinya unjuk kerja jaringan.
- Pengelolaan yang disederhanakan.
- Membantu pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang berjauhan
Jumlah subnet = 2 pangkat 32 - /
Jumlah host per subnet = 2 pangkat 32 - / terus dikurangi 2
Contoh Perhitungan Subnetting Kelas C
kita memiliki IP 192.168.1.2/24
Tentukan:
a. Network ID
b. Jumlah Host Persubnet
c. Broadcast
d. Subnet mask
b. Jumlah Host Persubnet
c. Broadcast
d. Subnet mask
Jawab :Diketahui : 192.168.1.2/24
a. Network ID
Sebelum mencari Network ID-nya kita harus mengetahui Jumlah Subnetnya terlebih dahulu
- Jumlah Subnet = 2 pangkat 32 - 24
2 pangkat 8 = 256
Subnet dari 192.168.1.2/24 itu dimulai dari 192.168.1.0 - 192.168.1.255
(karena IP tidak mencapai 256)
Network ID = 192.168.1.0
b. Jumlah Host Per subnet = (2 pangkat 32 - 24) -2
= (2 pangkat 8) -2
= 256 - 2
= 254
c. Broadcast = adalah IP terakhir dari suatu network
jadi broadcastnya 192.168.1.255
d. Subnet mask = /24 yaitu 255.255.255.0 (dapat dihitung memakai konvensi bilangan desimal ke binner) .
a. Network ID
Sebelum mencari Network ID-nya kita harus mengetahui Jumlah Subnetnya terlebih dahulu
- Jumlah Subnet = 2 pangkat 32 - 24
2 pangkat 8 = 256
Subnet dari 192.168.1.2/24 itu dimulai dari 192.168.1.0 - 192.168.1.255
(karena IP tidak mencapai 256)
Network ID = 192.168.1.0
b. Jumlah Host Per subnet = (2 pangkat 32 - 24) -2
= (2 pangkat 8) -2
= 256 - 2
= 254
c. Broadcast = adalah IP terakhir dari suatu network
jadi broadcastnya 192.168.1.255
d. Subnet mask = /24 yaitu 255.255.255.0 (dapat dihitung memakai konvensi bilangan desimal ke binner) .
sumber:http://aandikun.blogspot.co.id/2015/06/subnetting-dan-cara-menghitungnya.html
Referensi :http://casrudin7.blogspot.co.id/2013/02/membuat-topologi-jaringan-menggunakan.html
membuat topologi jaringan menggunakan cisco packet tracer
A. Latar Belakang

Cisco Packet Tracer adalah program
e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer yang
sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi
workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat
mirip dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer
melalui simulasi program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli
komputer yang banyak untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu
ini sangat menghemat biaya. Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer,
kita dapat mempelajari seluk beluk jaringan yang standar, tapi sangat
mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket pada interval waktu tertentu
bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk dilakukan dengan
menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.
Pada kesempatan kali ini, saya akan
membagi sedikit pengalaman ketika saya menggunakan Cisco Packet Tracer
ini. Semua telah saya buat dalam bentuk tutorial dan dibundel dalam satu
file PDF untuk dicoba prakteknya. Asumsinya adalah anda telah memiliki
perangkat lunak Cisco Packet Tracer-nya dan telah terinstall dengan baik
di PC anda. Sasaran pembaca dalam file PDF adalah para pemula yang
senang dengan Computer Network (jaringan komputer), tau dasar-dasar
operasional Cisco Packet Tracer-nya, tapi masih belum begitu familiar
dengan panel-panel pada programnya.
B. Tujuan
1. Membuat Topologi Jaringan
2. Mensimulasikan Topologi Jaringan menggunakan Software Cisco Packet treaser
C. Dasar Teori
Cisco Packet Tracer merupakan program simulasi jaringan yang powerfull dan cara penggunaannya pun cukup mudah. Dengan software Cisco Packet Tracer,
anda bisa mendesain dan merancang suatu bentuk jaringan. Bukan hanya
sekedar jaringan lokal, tapi bisa mencakup hingga WAN. Dengan adanya
software ini, diharapkan para pelajar dapat mendesain suatu topologi
jaringan tanpa harus membeli perangkatnya secara langsung yang notabene
harganya mahal.
Cisco Packet Tracer adalah program
e-learning buatan Cisco yang akan mensimulasi jaringan komputer yang
sebelumnya telah di design dan dikonfigurasi oleh pengguna. Simulasi
workstation, server, router dan perangkat jaringan lainnya dibuat sangat
mirip dengan aslinya. Sehingga kita bisa belajar jaringan komputer
melalui simulasi program ini saja, tidak perlu biaya mahal untuk membeli
komputer yang banyak untuk melakukan rekayasa yang kita inginkan. Tentu
ini sangat menghemat biaya. Selain itu, dengan Cisco Packet Tracer,
kita dapat mempelajari seluk beluk jaringan yang standar, tapi sangat
mendalam. Bahkan isi PDU pada sebuah paket pada interval waktu tertentu
bisa kita lihat dan pelajari, hal yang susah untuk dilakukan dengan
menggunakan perangkat jaringan asli sekalipun.
Pada kesempatan kali ini, saya akan
membagi sedikit pengalaman ketika saya menggunakan Cisco Packet Tracer
ini. Semua telah saya buat dalam bentuk tutorial dan dibundel dalam satu
file PDF untuk dicoba prakteknya. Asumsinya adalah anda telah memiliki
perangkat lunak Cisco Packet Tracer-nya dan telah terinstall dengan baik
di PC anda. Sasaran pembaca dalam file PDF adalah para pemula yang
senang dengan Computer Network (jaringan komputer), tau dasar-dasar
operasional Cisco Packet Tracer-nya, tapi masih belum begitu familiar
dengan panel-panel pada programnya.
D. Membuat Topologi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Treaser
Berikut merupakan hasil praktikum terhadap pembuatan Topologi Jaringan Menggunakan Cisco Packet Treaser.
Pertama, menghubungkan beberapa PC terhadap HUB. Pada menu kita pilih
sejumlah PC yang telah dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita
hubungkan PC terhadap sebuah HUB dengan menggunakan kabel straight.

Kedua, menghubungkan beberapa PC terhadap
switch. Pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah dilakukan penetapan
IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap sebuah switch dengan
menggunakan kabel straight. Perbedaan antara HUB dan switch terlihat
jelas pada simulasi behwa HUB akan mengirimkan data kepada seluruh PC
yang terhubung, walaupun sebelumnya data tersebut telah tertuju.
Sedangkan penggunaan Switch terlihat lebih melakukan penyaringan, dimana
pengiriman data yang tertuju akan terkirim hanya pada PC yang ditarget.
Ketiga,
beberapa PC dihubungkan dengan Switch berkombinasi dengan HUB secara
terintegrasi. Dimana pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah
dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap
sebuah switch dengan menggunakan kabel straight dan menghubungkan
sejumlah PC terhadap HUB. Perbedaan antara HUB dan switch terlihat jelas
pada simulasi behwa HUB akan mengirimkan data kepada seluruh PC yang
terhubung, walaupun sebelumnya data tersebut telah tertuju. Sedangkan
penggunaan Switch terlihat lebih melakukan penyaringan, dimana
pengiriman data yang tertuju akan terkirim hanya pada PC yang ditarget.
Ketiga,
beberapa PC dihubungkan dengan Switch berkombinasi dengan HUB secara
terintegrasi. Dimana pada menu kita pilih sejumlah PC yang telah
dilakukan penetapan IP adress. Kemudian kita hubungkan PC terhadap
sebuah switch dengan menggunakan kabel straight dan menghubungkan
sejumlah PC terhadap HUB. Perbedaan antara HUB dan switch terlihat jelas
pada simulasi behwa HUB akan mengirimkan data kepada seluruh PC yang
terhubung, walaupun sebelumnya data tersebut telah tertuju. Sedangkan
penggunaan Switch terlihat lebih melakukan penyaringan, dimana
pengiriman data yang tertuju akan terkirim hanya pada PC yang ditarget.
4.
Kombinasi yang kompleks dari kumpulan PC yang terhubung dalam kesatuan
LAN terhadap switch. Sebuah PC akan melakukan pengiriman dan penyaringan
data yang melalui switch.










0 komentar:
Posting Komentar